Lagi-lagi aku ingin menuliskan banyak hal tentangmu, Mamak. Wanita tangguh yang seringkali mengemas derita hidup seorang diri. Teringat bagaimana rasa haru menyertaimu saat kau tuturkan tak ada pilihan lain selain berpuasa selama mengandung dan melanggengkan sholat dhuha, demi kelancaran prosesi melahirkan sang buah hati. Mengingat vonis dokter yang mengerikan. Kabar bayi dalam kandungan atau ibunya tidak akan selamat, membuat bulu kudukmu meremang bersamaan. Namun apa yang terjadi? Tuhan benarbenar Maha Kuasa, bukan? Maka, dengan kekuasaanNya terlahir bayi perempuan tanpa hambatan. Bayi teringan yang pernah kau lahirkan. Dan serta merta kau tangisi...Karena (kekurangan nutrisi), hihi... Sampai saat tumbuh kembangnya pun harus rutin diterapi dengan baluran daun kemangi, supaya kaki lemahnya bisa melangkah, tanpa lunglai lagi. Hingga akhirnya, bayi yang dulu ringkih itu sekarang tumbuh seperti ini. Tumbuh menjadi gadis perempuanmu, gadis sederhana, yang masih terus menelusuri jalan keb...
Sampai saatnya tiba Menunggu dalam kepastian janji Tuhan Entah dengan cara bagaimana Dia mempertemukan Pada sebuah kebetulan ataupun perencanaan Tangguhlah, dan jangan menyerah Tabahlah... serta bersiaplah Pembelajaran hidup masa kini akarkanlah Supaya kokoh, tak mudah roboh Saat aku mendampingimu dan tornado memutar dengan kecepatan dahsyat Pun saat berada di belakangmu, menyimak lantunan kalamNya yang mulia sedang kantuk menagih jatahnya untuk lelap saja Kau, Entah siapa.
Banyak orang beranggapan, hidup ini teramat sangat sulit. Lebih khusus hidupnya lebih sulit dibanding dengan hidup orang lain. Benarkah begitu? Mari kita telusuri bersama, apa benar begitu atau bagaimana? Saya ingin bertanya, ”Berapa banyak waktu yang benar-benar anda nikmati dalam sehari, -saat anda merasa benar-benar hidup?” Setengah jam? Satu jam? Tiga jam? Delapan jam? Jika waktu yang anda nikmati semakin sedikit, bahkan tidak ada seperdelapan dari putaran 24 jam, itu berarti anda kurang bisa menikmati hidup! Bisa jadi karena beban-beban yang anda jinjing kemana-mana di atas pundak. Entah itu terlilit hutang, diputus pacar, atau tengah mengalami peristiwa lain (yang lebih tragis) dan membuat anda berkecimpung dalam ketidakberdayaan. Anda sendiri yang tahu jawabannya J . Pertanyaan berikutnya, ” Apa iya sih, anda benar-benar menderita ?” Cek lagi setiap detail kejadian, entah itu patah hati, sakit hati, dikecewakan, atau apalah anda menyebutnya. Boleh saja and...
Komentar
Posting Komentar