Katakan katamu pada pena. Lalu, biarlah pena mengatakan kebenaran pada mereka.
Do
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Do, aku hanya mengenal satu nada dan itu kamu. Do, seperti tanah liat yang dipilin dengan jiwa seluruh, setiap lekukan, irisan, itu kamu. Re, dan kemudian nada lain mengiringmu, Do. Hanya aku tak memiliki pengecualian lain selain menjadi Si.
Lagi-lagi aku ingin menuliskan banyak hal tentangmu, Mamak. Wanita tangguh yang seringkali mengemas derita hidup seorang diri. Teringat bagaimana rasa haru menyertaimu saat kau tuturkan tak ada pilihan lain selain berpuasa selama mengandung dan melanggengkan sholat dhuha, demi kelancaran prosesi melahirkan sang buah hati. Mengingat vonis dokter yang mengerikan. Kabar bayi dalam kandungan atau ibunya tidak akan selamat, membuat bulu kudukmu meremang bersamaan. Namun apa yang terjadi? Tuhan benarbenar Maha Kuasa, bukan? Maka, dengan kekuasaanNya terlahir bayi perempuan tanpa hambatan. Bayi teringan yang pernah kau lahirkan. Dan serta merta kau tangisi...Karena (kekurangan nutrisi), hihi... Sampai saat tumbuh kembangnya pun harus rutin diterapi dengan baluran daun kemangi, supaya kaki lemahnya bisa melangkah, tanpa lunglai lagi. Hingga akhirnya, bayi yang dulu ringkih itu sekarang tumbuh seperti ini. Tumbuh menjadi gadis perempuanmu, gadis sederhana, yang masih terus menelusuri jalan keb...
Titik terburuk yang pernah aku lakukan dan kusesali seumur hidup adalah menghancurkanmu sebelum kau benar-benar hancur. "Kau harus membayar harga setimpal," katamu sambil menyeringai. Bahkan jeda yang menjadi begitu lama ini membuatku tak berani menatap wajahmu. Wajah yang tak pernah kuijinkan terangkat untuk melawanku. Aku tak tahu bagaimana berhadapan denganmu, sekarang. Apakah ini waktunya? Tidakkah bisa berkompromi? Setidaknya, jika aku tak terburu menganggapmu sebagai pembawa sial dalam kehidupanku, semua ini tak akan terjadi! Kutonjok cermin yang tertawa pongah menyaksikanku. "Tidak. Ini belum saatnya," desisku dengan napas naik turun. Ya, aku tak bisa membiarkanmu, mengalahkanku. Bersambung....
Banyak orang beranggapan, hidup ini teramat sangat sulit. Lebih khusus hidupnya lebih sulit dibanding dengan hidup orang lain. Benarkah begitu? Mari kita telusuri bersama, apa benar begitu atau bagaimana? Saya ingin bertanya, ”Berapa banyak waktu yang benar-benar anda nikmati dalam sehari, -saat anda merasa benar-benar hidup?” Setengah jam? Satu jam? Tiga jam? Delapan jam? Jika waktu yang anda nikmati semakin sedikit, bahkan tidak ada seperdelapan dari putaran 24 jam, itu berarti anda kurang bisa menikmati hidup! Bisa jadi karena beban-beban yang anda jinjing kemana-mana di atas pundak. Entah itu terlilit hutang, diputus pacar, atau tengah mengalami peristiwa lain (yang lebih tragis) dan membuat anda berkecimpung dalam ketidakberdayaan. Anda sendiri yang tahu jawabannya J . Pertanyaan berikutnya, ” Apa iya sih, anda benar-benar menderita ?” Cek lagi setiap detail kejadian, entah itu patah hati, sakit hati, dikecewakan, atau apalah anda menyebutnya. Boleh saja and...
Komentar
Posting Komentar